
Jakarta, Laboite Cafe Indonesia
—
Bahasa
Inggris
dikenal sebagai salah satu
bahasa
yang penuh keunikan. Selain memiliki banyak kata dengan ejaan atau pelafalan yang membingungkan, bahasa ini juga menyimpan
sejarah
panjang di balik nama-nama makanan yang digunakan hingga sekarang.
Salah satu contohnya adalah penyebutan daging sapi sebagai beef, bukan cow. Padahal, untuk unggas dan ikan, bahasa Inggris tetap menggunakan nama hewannya, seperti chicken untuk ayam, fish untuk ikan, dan turkey untuk kalkun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, mengapa hanya beberapa jenis daging yang memiliki nama berbeda dari hewan asalnya?
Mengutip
Teen Vogue
, jawabannya ternyata bukan sekadar soal kuliner, melainkan berkaitan erat dengan perang, perbedaan kelas sosial, dan perkembangan bahasa Inggris selama berabad-abad.
Asal-usul kata beef sendiri dapat ditelusuri hingga tahun 1066, ketika pasukan Norman di bawah pimpinan William the Conqueror menaklukkan Inggris dalam Pertempuran Hastings.
Setelah kemenangan tersebut, masyarakat Inggris terbagi dalam dua kelompok besar. Kaum bangsawan dan penguasa menggunakan bahasa Prancis Norman, sementara rakyat jelata tetap berbicara menggunakan bahasa Inggris Kuno atau Anglo-Saxon.
Perbedaan bahasa itu kemudian memengaruhi cara menyebut makanan. Para petani yang memelihara ternak menggunakan istilah bahasa Inggris seperti:
• cow (sapi)
• pig (babi)
• sheep (domba)
• calf (anak sapi)
Namun ketika hewan-hewan tersebut dihidangkan di meja makan kaum bangsawan, nama yang digunakan berasal dari bahasa Prancis, yaitu:
• beef dari kata Prancis boeuf
• pork dari porc
• mutton dari mouton
• veal dari veau
Dengan kata lain, rakyat memberi nama pada hewan yang mereka pelihara, sementara kaum bangsawan memberi nama pada hidangan yang mereka santap.
Pengaruh bahasa Prancis bertahan hingga kini
Melansir
Food Culture Bites
, seiring berjalannya waktu, bahasa Inggris dan bahasa Prancis saling bercampur. Ribuan kosakata Prancis masuk ke dalam bahasa Inggris, termasuk istilah-istilah yang berkaitan dengan makanan.
Akibatnya, kata-kata seperti beef, pork, dan mutton tetap bertahan hingga sekarang meski masyarakat sudah lama tidak lagi membedakan bahasa berdasarkan kelas sosial.
Meski begitu, para ahli bahasa menilai penjelasan ‘petani mengatakan cow, bangsawan mengatakan beef’ sebenarnya merupakan penyederhanaan dari proses yang jauh lebih kompleks. Perubahan bahasa berlangsung perlahan selama beberapa abad melalui interaksi budaya yang panjang.
Tapi kenapa chicken tetap chicken?
Jika pengaruh bahasa Prancis begitu besar, mengapa ayam tidak berubah menjadi istilah Prancis? Jawabannya berkaitan dengan kebiasaan masyarakat pada masa itu.
Ayam merupakan ternak yang dimiliki hampir semua kalangan, baik orang kaya maupun rakyat biasa. Hewan ini dipelihara untuk diambil telur maupun dagingnya, sehingga tidak muncul pemisahan yang jelas antara orang yang memelihara dan orang yang mengonsumsinya.
Karena digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, istilah chicken tetap bertahan dalam bahasa Inggris.
Hal serupa terjadi pada fish. Ikan mudah diperoleh dari sungai, danau, maupun laut sehingga dikonsumsi hampir semua orang. Selain itu, ikan juga menjadi makanan penting selama masa puasa keagamaan di Eropa abad pertengahan. Kondisi tersebut membuat nama fish tidak tergantikan oleh istilah Prancis.
Tapi cerita berbeda justru terjadi pada kalkun. Burung ini baru dikenal di Eropa setelah penjelajahan ke Benua Amerika pada abad ke-16, atau beberapa abad setelah Penaklukan Norman terjadi. Saat itu pengaruh bahasa Prancis terhadap kosakata makanan sudah tidak sekuat sebelumnya.
Karena itulah bahasa Inggris tetap menggunakan satu nama, yakni turkey.
Menariknya, nama tersebut sebenarnya lahir dari kesalahpahaman geografis. Bangsa Eropa mengira burung itu datang melalui jalur perdagangan yang berkaitan dengan Kesultanan Ottoman atau wilayah Turki, sehingga mereka menyebutnya turkey.
Di negara lain, burung yang sama justru dinamai berdasarkan wilayah berbeda, seperti India atau Peru. Sementara di Meksiko, kalkun dikenal dengan nama yang berasal dari bahasa Nahuatl, yaitu huehxōlōtl, yang kemudian diserap ke dalam bahasa Spanyol menjadi guajolote.
(tis/tis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Laboite Cafe]
Baca lagi: NCT 127 Konser NEO CITY – THE REDLINE di Indonesia Arena 3 Oktober
Baca lagi: FOTO: Pembebasan Lahan Proyek Jalan Sejajar Rel di Pasar Minggu
Baca lagi: BIGBANG Siap Rilis Lagu Baru, Perdana dalam 4 Tahun



10 Responses
Mantap jiwa tulisannya!https://www.coinbase.com/nl/converter/sex/jpy
Penulis secara ksatria menyajikan analisis kausalitas yang disiplin, menjauhkan pembaca dari konklusi yang bersifat spekulatif https://artdaily.cc/news/119405/Tennis-tips-to-make-your-life-easier
Penulis sukses mengekstraksi data statistik yang rumit menjadi konseptualisasi ilmu yang sangat jernih dan berwibawa https://foobar2000.xrea.jp/?General/%E3%83%97%E3%83%AC%E3%82%A4%E3%83%AA%E3%82%B9%E3%83%88%E7%AE%A1%E7%90%86
Narasi yang dibangun memiliki karakteristik sebagai dokumen referensi utama yang akan tetap relevan melintasi linimasa zaman http://www.geocities.ws/s/e/server2/homestead/heartland/Acres/1793/2dex.html
Sebuah telaah kritis yang sarat akan substansi keilmuan premium, sangat direkomendasikan sebagai bahan diskusi tingkat tinggi https://wiki.hydrogenaudio.org/index.php?title=Foobar2000:Components/Dockable_Panels_(foo_dockable_panels)
Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan informasi saya saat ini. Selain artikel ini, saya juga menemukan rujukan pendukung di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=291554 yang membahas isu terkait secara ekstensif.
Wah, tulisannya ngebantu banget buat nambah insight baru. Barusan saya juga nemu https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=118075&picno=46053 yang ngulas materi kayak gini dengan detail yang nggak kalah oke.
Wah, tulisannya daging semua nih. Makasih sharing-nya min! Btw kalau ada yang mau cari referensi tambahan, cek aja di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=297460 karena mirip-mirip pembahasannya.
Informatif parah! Akhirnya paham juga sama materi ini. Sekadar nambahin aja, di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=289210 juga ada ulasan yang gak kalah seru soal isu ini.
Terima kasih atas informasi yang bermanfaat. Semoga semakin banyak tulisan berkualitas seperti ini. Saya juga mengikuti informasi melalui [https://pxhere.com/bg/photographer-me/4441496](https://pxhere.com/bg/photographer-me/4441496).