
Daftar Isi
1. Garam beriodium
2. Garam laut
3. Garam himalaya
4. Garam kosher
5. Garam rendah natrium
Jadi, mana garam yang paling sehat?
Jakarta, Laboite Cafe Indonesia
—
Garam
merupakan
bumbu
yang hampir selalu hadir dalam setiap
masakan
. Kini, pilihannya semakin beragam. Mulai dari garam beriodium, garam laut, hingga garam Himalaya, masing-masing kerap diklaim memiliki manfaat kesehatan tersendiri.
Tak sedikit pula yang meyakini bahwa jenis garam tertentu lebih sehat dibandingkan yang lain. Namun, benarkah demikian?
Pada dasarnya, hampir semua jenis garam tersusun atas natrium klorida. Natrium adalah mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan, mendukung fungsi saraf, serta membantu kerja otot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski penting bagi tubuh, konsumsi natrium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke. Karena itu,
Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) merekomendasikan orang dewasa membatasi konsumsi garam hingga kurang dari 5 gram per hari atau setara kurang dari satu sendok teh.
Lantas, dari berbagai jenis garam yang beredar di pasaran, mana yang paling sehat? Berikut penjelasannya:
1. Garam beriodium
Bagi sebagian besar orang, garam beriodium masih menjadi pilihan yang paling direkomendasikan. Iodium merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon tiroid.
Kekurangan iodium dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan fungsi tiroid hingga hambatan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak.
WHO bahkan mendorong fortifikasi iodium pada garam konsumsi sebagai salah satu strategi kesehatan masyarakat yang paling efektif untuk mencegah kekurangan iodium. Inilah keunggulan utama garam beriodium yang tidak selalu dimiliki jenis garam lainnya.
2. Garam laut
Garam laut diperoleh melalui proses penguapan air laut dan sering dianggap lebih alami dibandingkan garam meja biasa.
Namun, menurut
Mayo Clinic
, kandungan natrium dalam garam laut dan garam meja relatif serupa jika dibandingkan berdasarkan beratnya. Perbedaan utama keduanya lebih terletak pada tekstur, ukuran kristal, rasa, dan proses pengolahan.
Artinya, mengganti garam meja dengan garam laut tidak otomatis membuat seseorang mengonsumsi natrium lebih sedikit.
3. Garam himalaya
Garam Himalaya atau Himalayan pink salt kerap dipromosikan sebagai pilihan yang lebih sehat karena mengandung berbagai mineral tambahan yang memberikan warna merah muda khas.
Mengutip
WebMD
, mineral tambahan tersebut memang ada, tetapi jumlahnya sangat kecil dan tidak cukup signifikan untuk memberikan manfaat kesehatan yang berarti.
Dengan kata lain, garam Himalaya tetap mengandung natrium dan konsumsinya tetap perlu dibatasi sebagaimana jenis garam lainnya.
4. Garam kosher
Garam kosher juga sering dianggap lebih sehat karena memiliki kristal yang lebih besar dan diproses dengan cara berbeda dibandingkan garam meja.
Padahal, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa garam kosher lebih sehat dibandingkan jenis garam lainnya. Perbedaannya lebih berkaitan dengan kebutuhan memasak.
Bentuk kristalnya yang lebih besar membuat garam kosher lebih mudah ditaburkan dan penggunaannya lebih mudah dikontrol. Karena alasan itulah garam ini banyak digunakan oleh para koki.
5. Garam rendah natrium
Selain garam biasa, tersedia pula garam rendah natrium atau salt substitute. Pada jenis garam ini, sebagian kandungan natrium digantikan oleh kalium.
WHO menyebut penggunaan garam rendah natrium dapat membantu menurunkan asupan natrium dan mengurangi risiko tekanan darah tinggi pada sebagian orang dewasa.
Meski demikian, garam jenis ini tidak cocok untuk semua orang. Mereka yang memiliki penyakit ginjal atau mengonsumsi obat-obatan tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu karena kandungan kaliumnya lebih tinggi.
Jadi, mana garam yang paling sehat?
Jika harus memilih, garam beriodium yang digunakan dalam jumlah secukupnya masih menjadi pilihan paling masuk akal bagi sebagian besar orang. Jenis garam yang paling sehat tidak ditentukan oleh warna, harga, atau label ‘alami’ yang melekat padanya. Faktor yang lebih penting adalah kandungan iodium, kadar natrium, serta jumlah yang dikonsumsi setiap hari.
Baik garam laut, garam Himalaya, maupun garam kosher tetap mengandung natrium sehingga tidak otomatis lebih sehat dibandingkan garam meja biasa.
Kesehatan tidak ditentukan oleh jenis garam yang digunakan, melainkan oleh kebiasaan mengonsumsinya. Bahkan garam yang paling mahal sekalipun tetap dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika digunakan secara berlebihan.
(anm/tis)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Taylor Swift-Travis Sudah Ajukan Izin Blokir Jalan Area Madison Square
Baca lagi: Ibu di Tangerang Diduga Jual Anak Kandung Usia 12 Tahun untuk Dinikahi
Baca lagi: Pakistan: Rudal Iran Tak Ada dalam Negosiasi Washington-Teheran



37 Responses
Mantap ulasannya, langsung pada intinya dan nggak bertele-tele! Kebetulan kemaren saya sempet mampir ke https://www.cve.org/CVERecord?id=CVE-2009-3523, di sana juga ada pembahasan yang sangat relevan sama topik ini.
Tulisan yang sangat informatif dan terstruktur dengan baik. Bagi rekan-rekan yang butuh literatur tambahan terkait bahasan ini, bisa juga mengecek https://gitlab.aicrowd.com/bong88living yaa.
Sangat mencerahkan dan membuka pikiran. Terima kasih penulis http://www.kufirst.center.ku.ac.th/hydro_cbi-2/ terimakasih saya suka
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://www.nsfocus.net/vulndb/13388, lumayan buat pelengkap.
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan https://zh.gta5-mods.com/users/bong88living ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.
Pembahasannya jelas dan tidak bertele-tele sehingga nyaman dibaca sampai selesai. Saya juga membandingkannya dengan https://cve.cert.hr/cve/CVE-2008-5724 dan keduanya sama-sama bermanfaat.
Artikel ini memberikan banyak informasi baru. Anda juga dapat menemukan pembahasan menarik di https://www.warriorforum.com/members/king88com.html.
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke https://www.mountainproject.com/user/201932477/nhacai-bong88 deh, lengkap parah!
Saya menghargai usaha penulis dalam menyusun artikel ini. Sebagai referensi tambahan, Anda dapat melihat https://issuu.com/hyundaiofalb.
Kesimpulan yang epik untuk artikel yang penuh ilmu dan kreativitas tingkat tinggi. Terima kasih banyak, sehat selalu untuk Penulis http://www.kufirst.center.ku.ac.th/8628-2/
Sangat mencerahkan! Penulis berhasil mengupas tuntas topik ini dari sudut pandang yang jarang dipikirkan orang https://www.kufirst.center.ku.ac.th/ku-rice-festival/
Sebuah bacaan wajib! Isinya penuh dengan insight berharga yang gak bakal ditemuin di tempat lain https://www.kufirst.center.ku.ac.th/foodsafetyseries2021_1/
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1921 ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.
Wah, tulisannya ngebantu banget buat nambah insight baru. Barusan saya juga nemu https://www.sitelike.org/similar/topcityvibe.com/ yang ngulas materi kayak gini dengan detail yang nggak kalah oke.
Informatif parah! Akhirnya paham juga sama materi ini. Sekadar nambahin aja, di https://businessday.ng/sponsored/article/top-5-trendiest-album_ep-in-nigeria-music-industry/ juga ada ulasan yang gak kalah seru soal isu ini.
Ketajaman metodologi penulisan di sini membuat pesan utama dari artikel tersampaikan secara absolut http://www.kufirst.center.ku.ac.th/category/news/page/17/ semuanya saya dapat dari kedua artikel ini
Artikel ini bekerja sebagai stimulus instan yang mendorong perbaikan performa kerja secara signifikan http://www.kufirst.center.ku.ac.th/bioactivity-webinar-series-3/
Wah, gila sih penjelasannya clear banget! Btw, kemaren gw juga nemu referensi tambahan di https://www.intensedebate.com/people/epicureannycom bahasannya mirip-mirip dan oke juga buat dibaca.
Sebuah tulisan yang tidak hanya mentransfer informasi, tetapi juga membentuk ulang cara kita memandang dunia https://www.kufirst.center.ku.ac.th/brownie_aiku/
Mantap ulasannya, langsung pada intinya dan nggak bertele-tele! Kebetulan kemaren saya sempet mampir ke https://www.xvideosxxx.br.com/orgia-na-piscina-do-hotel/, di sana juga ada pembahasan yang sangat relevan sama topik ini.
Artikel ini memberikan kepuasan literasi yang mendalam bagi mereka yang mengutamakan akurasi fakta https://forums.redflagdeals.com/free-poetry-fridge-magnet-f-jewish-outreach-institute-397448/
Penulis berhasil mempertahankan konsistensi metodologis yang disiplin di sepanjang pemaparan tesisnya https://www.lib.cet.ac.il/PAGES/sub.asp?item=12727&rel=1
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://www.newswire.co.kr/?md=A10&act=article&no=1323 juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Sebuah kajian yang sangat objektif; penulis berhasil menjauhkan tulisan ini dari bias personal demi menjaga kesucian ilmu https://www.bly.com/blog/general/sifting-the-toads-from-the-frogs/
Artikel ini bertindak sebagai dokumen verifikasi yang sangat kuat terhadap kekeliruan asumsi yang berkembang di masyarakat https://fr.wikipedia.org/wiki/Ligue_canadienne_de_hockey
Pemaparan dalam artikel ini sangat terstruktur dan menambah wawasan saya secara signifikan. Sebagai referensi komparatif, tautan https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=292280 juga menyajikan kajian yang selaras dan patut untuk disimak.
Sebuah telaah kritis yang sarat akan substansi keilmuan premium, sangat direkomendasikan sebagai bahan diskusi tingkat tinggi https://wiki.hydrogenaudio.org/index.php?title=Foobar2000:Components/Dockable_Panels_(foo_dockable_panels)
Apresiasi saya untuk penulis karena telah menyajikan informasi yang sangat berharga. Saya turut melampirkan https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=298526 yang kebetulan memiliki muatan informasi sejenis untuk memperkaya literatur kita.
Wah, tulisannya daging semua nih. Makasih sharing-nya min! Btw kalau ada yang mau cari referensi tambahan, cek aja di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=297460 karena mirip-mirip pembahasannya.
Artikel yang sangat bermanfaat, bahasanya ringan tapi ngena. Oh ya, buat yang mau eksplor lebih jauh bisa cek https://kldp.org/comment/262784 rekomen banget buat nambah referensi.
Artikel ini memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai topik yang dibahas. Ada juga informasi menarik lainnya di https://docs.readwise.io/readwise/docs/importing-highlights/other-sources.
Saya membaca artikel ini hingga selesai karena isinya cukup menarik. Sebagai tambahan bacaan, saya juga mampir ke https://esparragosvegasdelgenil.es.tl/LA-COPERATIVA.htm.
Tulisannya runtut dan logis, enak dibacanya. Sebagai tambahan informasi aja nih, web https://kldp.org/comment/263940 juga ngebahas topik ini dari sisi yang berbeda.
Semoga blog ini terus berkembang dan menghadirkan artikel-artikel berkualitas. Ada juga bacaan menarik di https://link.springer.com/article/10.1007/s10620-021-07158-0.
Saya senang menemukan artikel yang memberikan informasi tanpa berlebihan. Referensi lainnya tersedia di [https://mirror.easyname.at/ldp/pub/Linux/docs/ldp-archived/linuxfocus/Francais/January2001/article180.shtml](https://mirror.easyname.at/ldp/pub/Linux/docs/ldp-archived/linuxfocus/Francais/January2001/article180.shtml).
Informasi yang diberikan terasa lengkap namun tetap mudah dipahami. Ada juga beberapa referensi menarik di [http://ibiblio.org/pub/linux/docs/LDP/linuxfocus/Italiano/July2002/article245.shtml](http://ibiblio.org/pub/linux/docs/LDP/linuxfocus/Italiano/July2002/article245.shtml).
Pembahasan yang sangat relevan sama kondisi sekarang. Kalau mau cari perbandingan artikel, di https://dl.nanet.go.kr/detail/NONB1201001143 juga ada ulasan yang komprehensif banget.