
Daftar Isi
1. Paniki
2. Tinutuan
3. Lawar
4. Nasi jagung
5. Pepes tahu
6. Buntil
7. Soto Padang
8. Wajik
9. Bakso ayam
10. Lalap
Jakarta, Laboite Cafe Indonesia
—
Makanan Indonesia
mampu memikat lidah masyarakat internasional. Namun ternyata tidak semua makanan disukai karena beberapa alasan. Berikut daftar makanan Indonesia yang memiliki rating terburuk versi Taste Atlas.
Taste Atlas belum lama ini merilis
89 Worst Rated Indonesian Foods
. Beberapa makanan khas Nusantara mendapat penilaian rendah. Skor diperoleh dari sekitar enam ribu pengguna yang telah diverifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rating buruk tidak merujuk pada kualitas makanan yang rendah atau rasa tidak enak. Beberapa makanan dianggap menggunakan bahan yang terbilang ekstrem atau tidak biasa. Kemudian ada pula yang dianggap memiliki tampilan kurang menarik meski rasanya enak.
Dari 89 makanan, berikut 10 makanan dengan rating terburuk versi Taste Atlas 2026.
1. Paniki
Paniki merupakan makanan asli Sulawesi Utara terutama orang Minahasa. Bahan utamanya berupa kelelawar buah yang digoreng atau dipanggang lalu digabungkan dalam menu yang disebut paniki atau semacam sup.
Kelelawar yang sudah dibersihkan dari bulu dan jeroannya lalu dipotong-potong. Kemudian daging kelelawar dimasak bersama santan dengan bumbu bawang bombai, bawang putih, jahe, daun bawang, daun kari, dan serai.
Paniki mendapat rating buruk karena penggunaan daging kelelawar buah yang dipandang terlalu ekstrem.
2. Tinutuan
Tinutuan berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Di Manado, tinutuan termasuk menu sarapan favorit. Berbeda dengan bubur ayam, tinutuan memadukan beras, jagung atau umbi-umbian, bersama sayuran seperti, bayam, kangkung, labu, atau kadang kemangi dan melinjo.
Meski kaya nutrisi, pengulas menganggap tinutuan punya tampilan kurang menarik dibanding sajian bubur lain dari Indonesia.
3. Lawar
Buat masyarakat Bali, lawar lebih dari sekadar menu makanan. Mengutip laman Taste Atlas, lawar mencerminkan variasi daerah, tradisi keluarga, dan makna seremonial. Lawar memadukan sayuran yang dicincang halus, kelapa parut, rempah, dan daging cincang.
Semua bahan ini dicampur dengan bumbu yang terdiri dari bawang putih, bawang merah, kunyit, lengkuas, jahe, dan terasi. Di balik kesegaran dan gurih lawar, ada yang menilai hidangan ini termasuk hidangan ekstrem sebab menggunakan darah hewan (lawar merah).
4. Nasi jagung
Nasi jagung jadi simbol warisan kuliner sekaligus simbol ketahanan pangan di kawasan pulau Jawa, Madura, dan sebagian Bali.
Teksturnya yang cukup berbeda dengan nasi putih membuat penilaian terhadap makanan ini cukup rendah.
5. Pepes tahu
Pepes tahu merupakan makanan khas Jawa dengan bahan utama tahu yang dicampur rempah. Campuran ini lalu dibungkus daun pisang dan dikukus.
Makanan ini terbilang sederhana tapi banyak digemari apalagi ada aroma khas yang menggugah selera. Namun ratingnya rendah sebab pengulas di Taste Atlas menganggap hidangan ini terlalu ringan jika dibandingkan makanan Indonesia lain yang bumbunya kuat.
6. Buntil
Buntil terbilang masakan khas Jawa Tengah yang unik. Dalam kuah santan yang gurih dapat bungkusan dari daun singkong, pepaya atau talas. Saat dibuka, terdapat campuran kelapa parut, ikan teri atau udang kering, lalu bumbu berupa bawang merah, cabai, dan rempah.
Hidangan ini mendapat nilai rendah sebab penggunaan daun sebagai pembungkus dan dimasukkan ke dalam kuah. Konsep ini masih terasa baru dan tidak biasa di kalangan internasional.
7. Soto Padang
Ada banyak varian soto di Indonesia salah satunya Soto Padang. Yang membuatnya berbeda dengan soto lain adalah penggunaan irisan daging sapi tipis yang digoreng atau direbus. Soto Padang biasanya dinikmati bersama perkedel kentang.
Hanya saja, karena rasanya lebih ringan dibanding hidangan Minangkabau lain seperti rendang dan gulai, skornya rendah.
8. Wajik
Sebenarnya wajik merupakan kudapan yang cukup populer dan digemari. Berasal dari pulau Jawa, wajik terbuat dari beras ketan, gula merah, santan, daun pandan, dan garam.
Akan tetapi, buat pengulas Taste Atlas wajik dianggap terlalu manis.
9. Bakso ayam
Bakso ayam menggunakan ayam sebagai bahan utama dengan bumbu kurang lebih sama dengan pembuatan bakso sapi. Bakso disajikan dengan kuah bening bersama bihun, tahu, telur rebus, dan kadang pangsit goreng.
Meski terbilang comfort food dengan harga terjangkau buat orang Indonesia, tapi lidah internasional menilai rasanya terlalu ringan.
10. Lalap
Lalap merupakan sayuran mentah yang dikonsumsi sebagai pelengkap makanan utama. Lalap kerap diasosiasikan dengan masyarakat Sunda, Jawa Barat. Hidangan berupa sayuran mentah seperti ketimun, kacang panjang, daun kemangi, selada, kubis, dan terong. Kemudian tak lupa sambal.
Karena disajikan mentah, masyarakat internasional menganggapnya terlalu sederhana untuk diberi label hidangan.
(els)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Laboite Cafe]
Baca lagi: Daftar 11 Tim Negara Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Baca lagi: Hasil Piala Dunia: Swiss Lolos ke 32 Besar, Tekuk Kanada 2-1
Baca lagi: Perbatasan Afghanistan-Pakistan Memanas usai Klaim Serangan Taliban



27 Responses
Penjelasannya asik dan gampang dicerna. Kalau ada yang lagi nyari bahan perbandingan atau insight lain soal topik ini, link https://www.kaldata.com/forums/topic/84452-%D0%BF%D1%80%D0%BE%D0%B2%D0%B5%D1%80%D0%BA%D0%B0-%D0%BD%D0%B0-%D0%BE%D1%81-%D0%B7%D0%B0-rootkit-%D0%B8-%D0%B8%D0%BD%D1%81%D1%82%D1%80%D1%83%D0%BC%D0%B5%D0%BD%D1%82%D0%B8-%D0%B7%D0%B0-%D0%BF%D1%80%D0%B5%D0%BC%D0%B0%D1%85%D0%B2%D0%B0%D0%BD%D0%B5%D1%82%D0%BE-%D0%B8%D0%BC/page/2/ ini juga sangat direkomendasikan.
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke https://cadillacsociety.com/users/bong88living/ deh, lengkap parah!
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan https://zh.gta5-mods.com/users/bong88living ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke https://www.mountainproject.com/user/201932477/nhacai-bong88 deh, lengkap parah!
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1438 yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Panduan taktis yang sangat minim teori usang dan sangat kaya akan eksekusi lapangan https://www.kufirst.center.ku.ac.th/category/news/page/10/
Sangat mengesankan! Gaya penulisan yang berkelas, informatif, dan sangat menginspirasi http://mat.ufcg.edu.br/pibid/materiais-bibliograficos/trabalhos-publicados/artigos-completos/
Penuh kejutan ilmu yang sangat berharga di setiap sub-babnya. Kreatif banget! Terima kasih banyak http://www.kufirst.center.ku.ac.th/news-and-publicity/page/6/
Sebuah bacaan wajib! Isinya penuh dengan insight berharga yang gak bakal ditemuin di tempat lain https://www.kufirst.center.ku.ac.th/foodsafetyseries2021_1/
Pemaparan dalam artikel ini sangat terstruktur dan menambah wawasan saya secara signifikan. Sebagai referensi komparatif, tautan https://hetrend.blog.hu/2013/02/27/tartlet_mini_pite_tortacska juga menyajikan kajian yang selaras dan patut untuk disimak.
Ini adalah definisi konten yang berfaedah. Bersih dari clickbait dan murni fokus pada manfaat http://www.kufirst.center.ku.ac.th/ku-firstwebinar2021/ saya sangat suka
Artikel ini dapet nilai 10/10 dari saya. Isinya murni ilmu berharga http://www.kufirst.center.ku.ac.th/category/news/page/101/ penyampaian pesan nya pun saya baik
Artikel ini wajib dibagikan ke banyak orang karena tingkat kemanfaatannya yang luar biasa http://www.kufirst.center.ku.ac.th/9843-2/
Benar-benar mencerahkan pikiran yang sedang buntu. Artikel yang sangat berguna https://www.kufirst.center.ku.ac.th/kufirstwebinarfoodsafetyseries1/
Wah baru kepikiran soal perspektif ini. Makasih admin udah nulis. Tadi sempet browsing juga dan ternyata https://s3.us-east-1.wasabisys.com/gold-ira-55/harness-the-power-of-compounding-interest-by-investing-in-a-gold-backed-ira-now.html ngebahas hal yang lumayan mirip.
Penulis mengemas langkah-langkah mitigasi risiko secara gamblang, membuat pembaca merasa aman mengeksekusinya https://www.kufirst.center.ku.ac.th/the-key-points-from-development-to-commercially-available-product-2/
Tulisan yang mengedukasi dan membuka perspektif baru bagi pembacanya. Bila berkenan, kunjungi pula https://www.speedrun.com/users/epicureannycom/about yang mengulas diskursus terkait dengan cukup tajam.
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://adwokat-misiak.koszalin.pl/2018/09/12/hello-world-2/ juga bahas hal yang sama lho.
Artikel ini adalah bentuk perpaduan yang indah antara kedalaman jurnalisme dan kebebasan berekspresi https://www.lib.cet.ac.il/Pages/sub.asp?item=8312&rel=1
Penjelasannya super lengkap dan gampang dipahami. Saya juga nemu artikel bagus yang bahas ini lebih dalam di http://philippefayeton.free.fr/?p=billet&id=18 siapa tau ngebantu.
Keren banget artikelnya, nambah insight baru hari ini. Buat kawan-kawan yang kepo soal topik ini, coba mampir juga ke http://patch.couture.blog.free.fr/index.php?post/2011/02/23/Bienvenue-sur-mon-blog&pub=1 deh, lumayan nambah wawasan.
Artikel ini memberikan kepuasan literasi yang mendalam bagi mereka yang mengutamakan akurasi fakta https://forums.redflagdeals.com/free-poetry-fridge-magnet-f-jewish-outreach-institute-397448/
Artikel yang sangat taktis! Solusi yang ditawarkan sangat membumi dan tidak membutuhkan modal yang rumit https://www.lib.cet.ac.il/Pages/sub.asp?item=0&type=site&kwd=129
Melalui artikel ini, pembaca diajak untuk menyelami proses transmisi keilmuan yang berbasis pada penalaran logis dan data empiris https://jewishvirtuallibrary.org/links-bibliography-of-related-websites
Artikel ini menyodorkan alternatif penyelesaian masalah yang sangat efisien dari sudut pandang analisis biaya dan manfaat (cost-benefit http://foobar2000.xrea.jp/index.php?General/%E8%A1%A8%E7%A4%BA%E7%B3%BB
Wah, tulisannya ngebantu banget buat nambah insight baru. Barusan saya juga nemu https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=118075&picno=46053 yang ngulas materi kayak gini dengan detail yang nggak kalah oke.
Makasih min infonya, ngebantu banget buat tugas saya. Kebetulan sumber lain yang saya pakai dari https://kldp.org/comment/250043 juga mengulas hal serupa.